Pages

Showing posts with label SKRIPSI. Show all posts
Showing posts with label SKRIPSI. Show all posts

Thursday, September 4, 2014

KONSEP PEMBELAJARAN KARAKTER (STUDI KOMPARATIF PANDANGAN AL-GHAZALI DAN THOMAS LICKONA

Fenomena-fenomena yang hadir beberapa tahun terakhir ini sungguh sangat memrihatinkan, karena indonesaia sebagai bangsa yang selalu mengedepankan nilai-nilai etika dan estetika serta moral yang berbudi luhur di dalm berkehidupan, berbansa dan bernegara sudah tergerus tergerus oleh kemajuan zaman saat ini. Berbagai berita yang disajikan oleh media cetak maupun media elektronok telah cukup membuktikan kepada kita semua suatu bentuk degradasi moral bangsa indonesia yang meningkat dari tahun ketahun.
Sementara itu, UU. NO. 20 Tahun 2003, tentang Sisdiknas menyatakan bahwa Pendidikan Nasional, berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sunday, December 1, 2013

KONSEP BELAJAR MENURUT AL-GHAZALI



A. Riwayat Hidup Al-Ghazali
Nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Ath-Thusi An-Naysaburi. Ia dilahirkan di Thus, sebuah Kota di Khurasan Persia pada tahun 450 H. atau 1058 M. Ayahnya seorang pemintal wool. Al-Ghazali mempunyai seorang saudara, ketika akan meninggal ayahnya berpesan kepada seorang sahabat setia agar kedua putranya diasuh dan disempurnakan pendidikannya. Sahabat tersebut segera melaksanakan wasiat ayah Al-Ghazali dengan mendidik dan menyekolahkan keduanya. Setelah harta pusaka peninggalan ayah mereka habis, keduanya dinasehati agar meneruskan mencari ilmu semampunya. Imam Al-Ghazali sejak kecil dikenal sebagai seorang anak pencinta ilmu pengetahuan dan pencari kebenaran yang hakiki, sekalipun diterpa duka cita, dilanda aneka rupa nestapa dan sengsara. Di masa kanak-kanak, Imam Al-Ghazali belajar kepada Ahmad bin Muhammad Ar-Raziqani di Thus kemudian belajar kepada Abi Nasr Al-Ismaili di Jurjani dan akhirnya ia kembali ke Thus.